PERAN PETA DALAM USAHA

Sudahkah kalian membuat perencanaan hidup?? Kini saya mahasiswa tingkat akhir yang sedang masa-masanya galau. Mungkin kalau punya perencanaan yang baik, saya tidak akan galau. Ya! Kini saya menyesal karena dulu tidak membuat peta. Peta?? Untuk apa?? Peta perkuliahan saya, target-target dalam masa perkuliahan saya. Sayangnya, saya hanya ingat tujuan besar saya, yaitu lulus 4 tahun! Tapi sayang, tujuan itu sudah tidak mungkin tercapai, karena saya memasuki semester 9 😦

Saya tidak membuat peta perkuliahan, tidak membuat rencana jangka pendek dan jangka panjang, serta tidak pakai strategi. Di semester akhir, muncul tujuan lain karena saya tidak fokus. Itu dikarenakan perkuliahan saya yang tidak terencana. Saya ingin membuka usaha, menabung untuk kehidupan saya. Karena saya terlambat dan tujuan utama saya dalam perkuliahan sudah wassalam, tentu saya tidak mau keinginan ini berantakan kembali…

Apakah dalam membuka usaha, planning itu penting?? Tidak menutup kemungkinan ketika kita dengan perencanaan yang buruk, tujuan yang tidak fokus, kita akan mendapat kerugian, baik tidak tercapainya tujuan hingga kerugian materil. Satu hal yang juga saya sesali dalam perkuliahan, karena saya terlambat mengambil mata kuliah yang mengajarkan saya banyak ilmu jitu! KEWIRAUSAHAAN. Mata kuliah yang bermutu, karena disana saya belajar membuat peta 😀

Peta dalam usaha kini yang saya maksudkan adalah rencana usaha, istilah kerennya business plan. Pada pengajuan sebuah usaha itu merupakan sebuah proposal rencana bisnis. Proposal tersebut menjadi dokumen penting, dokumen tertulis yang di dalamnya terinci hal-hal yang mendefinisikan bisnis kita, mulai dari identitas, tujuan, strategi serta timeline. Dokumen ini dibuat untuk menarik investor serta membuat investor, calon rekan bisnis kita percaya akan tawaran bisnis kita.

Jika saya ditanya guna dan perannya apa, saya katakan peran peta (business plan) itu dalam wirausaha bagiku adalah diriku sendiri. Peta tersebut menjadi sebuah alat, dan diri sendirilah alat untuk mencapai kesuksesan sendiri. Ibarat jiwa kita sendiri, ketika dalam hidup tujuan kita tidak fokus, tidak jelas hidup untuk apa, maka target dan aktivitas lain pun tidak menentu. Begitu pun dalam usaha, jika diri usahanya sendiri, jiwanya tidak berada di posisi yang tepat, maka keberhasilan dan ketercapaian tujuan akan diragukan.

Saya mendapat ilmu dalam langkah-langkah membuat sebuah usaha yang nanti dibuat dokumen tertulisnya, business plan. Secara singkat disebut plan – do – check! Adapun langkah rincinya adalah sebagai berikut :

  1. [PIKIR] Yang pertama kalian mau membuat usaha apa.
  2. Tentukan tujuan global kalian, tujuan utama, ingat, harus fokus!
  3. Buatlah visi misi sebagai target kecil-kecilan, atau saya dapat istilahnya mailstone (mudah-mudahan benar cara penulisannya :D).
  4. Dalam usaha ini kita mau jadi starter atau follower nih?? Ketika kita terhalang modal kecil, ingat visi misi kita harus besar!
  5. Tentukan analisis SWOT dari usaha kita.
  6. Buat strategi dari analisis SWOT yang kita punya.
  7. Jangan lupa strategi awal sebagai image awal (kick-off).
  8. Tentukan pasar usaha kita.
  9. Analisis sumber daya usaha kita dan analisis keuangan.
  10. Buat rencana jangka panjang dan pendek menjadi sebuah timeline. Ini menjadi pemetaan tujuan-tujuan lokal atau target kecil-kecilan tadi.
  11. Buat semua perencanaan ke dalam proposal rencana bisnis.
  12. Lakukan! Rencana yang baik menjadi sia-sia tanpa pelaksanaan yang disertai keyakinan dan motivasi.
  13. Evaluasi perencanaan.

Taukah kalian?? Ada beberapa keunggulan business plan sehingga menjadikan perannya penting dalam wirausaha, yaitu :

  1. Business plan yang baik memberikan jaminan 60% keberhasilan usaha kita, terutama disertai keyakinan, maka 70% sukses sudah kita genggam.
  2. Rencana jangka panjang dan pendek kita terjadwal berdasarkan tujuan global, serta mailstone kita terpetakan dengan baik.
  3. Menjabarkan hal-hal unik dari usaha kita.
  4. Semua perencanaan baik sumber daya, keuangan dan strategi dapat terpetakan.
  5. Menjadi sebuah peta yang tidak ada dimana-mana, hanya dimiliki usaha kita.
  6. Menjadi alat penjualan yang paling baik.
  7. Mengingatkan selalu pada tujuan global serta visi misi usaha.
  8. Bahan evaluasi dan pertumbuhan yang baik.

Seperti menjalani kehidupan masing-masing, usaha harus disertai keyakinan yang teguh, motivasi yang kuat serta tujuan yang jelas. Ketidakfokusan kita dalam menjalankan usaha kita, dikarenakan minimnya keyakinan, motivasi yang timbul-tenggelam, serta tujuan yang tidak karuan. Maukah Anda seperti saya yang kini menyesal karena terlambat membuat peta?? Atau mungkin salah membuat peta?? Saya harap kalian berkata tidak.

Mau tau yang menarik lagi? Kunjungi :

http://cs.upi.edu

http://budi.staf.upi.edu

Mendua

Aku, tak ingin kau pergi.
Tapi, aku ingin dia datang.
Aku tak bermaksud menyakiti.
Aku tak bermaksud mendua.
Aku hanya mencintai kalian berdua.

Aku ingin ketika kau pergi, dia tersenyum menyambutku.
Aku ingin kau datang lagi, dalam keadaanku penuh suka dalam raga.

Maafkan aku, tak sempurna bersamamu.
Namun kuharap, kutebus untuknya.

Aku, tak ingin kau pergi.
Tapi, aku ingin dia datang.
Aku tak bermaksud menyakiti.
Aku tak bermaksud mendua.
Aku hanya mencintai kalian berdua.

Ramadhan, Syawal…

 

H-1 lebaran, 6 Agustus 2013

 

*Selamat Hari Raya Idul Fitri yaa…
Taqobbalallohu Minna Wa Minkum… 😀

Le Grand Voyage

Kali ini masih sama dengan postingan resume film sebelumnya, yaitu tugas yang saya dapatkan.

Seperti biasa film yang ditugaskan adalah film yang penuh dengan hal hebat dan positif untuk kita ambil. Kali ini giliran film Le Grand Voyage, film yang menceritakan sebuah perjalanan akbar seorang ayah dan anak menuju Makkah dari Perancis. Wow!

Film yang konfliknya membuat saya geregetan ini berhasil membuat saya terdiam ketika akhirnya film ini berakhir. Sya terdiam dan tidak bisa berkata apa-apa. Film ini film yang sangat bagus terutama bagi muslim. Ga nyesel pokonya nonton film ini…

Nah ini yang saya temukan berhubungan dengan kewirausahaan :

  • Memiliki tujuan yang jelas merupakan hal utama dalam berwirausaha
  • Nilai yakin sangatlah penting guna memperoleh kesuksesan
  • Gigih dalam berusaha akan mengantarkan pula pada kesuksesan
  • Jangan mudah percaya pada orang asing, teliti dahulu latar belakang agar tidak tertipu
  • Yakini peta (bisnis plan) yang kita pegang
  • Jangan mudah terpengaruh orang lain
  • Selalu berdoa dan berpegang teguh pada pedoman

Adapun handout beberapa slidenya pun saya lampirkan Resume Film Le Grand Voyage

THT Etika Profesi bagian 2

2 hari lalu saya berbagi nomor 1 dari THT Etika Profesi saya…ini saya lanjutkan nomor 2 dan 3… Semoga bermanfaat ya… 😀

2. Carilah jenis sertifikasi yang berhubungan dengan standar profesi ke-TIK-an, secara lengkap !

Sertifikasi di bidang TI dibagi menjadi 2 jenis, yaitu :

Vendor Based

Merupakan sertifikasi yang dikeluarkan oleh vendor tertentu. Karena mengacu pada vendor tertentu, maka program dan materi ujiannya pun seputar produk atau teknologi dari vendor berkaitan. Beberapa sertifikasi ini dikeluarkan oleh :

  • Cisco

a)    Cisco Certified Networking Associate ( CCNA )

b)    Cisco Certified Networking Professional ( CCNP )

c)    Cisco Certified Internetworking Expert ( CCIA )

  • Oracle

a)    Oracle Certified Associate ( OCA )

b)    Oracle Certified Professional ( OCP )

c)    Oracle Certified Master ( OCM )

  • Microsoft

a)    Microsoft Certified Desktop Support Technicians ( MCDSTs )

b)    Microsoft Certified Systems Administrator ( MCSAs )

c)    Microsoft Certified Systems Engineer ( MCSes )

d)    Microsoft Certified Database Administrator ( MCDBAs )

e)    Microsoft Certified Trainers ( MCTs )

f)     Microsoft Certified Application Developers ( MCADs )

g)    Microsoft Certified Solution Developers ( MCSDs )

h)    Microsoft Office Specialists ( Office Specialist )

Vendor Neutral

Berbeda dengan jenis sebelumnnya, sertifikasi ini bersifat netral, yaitu badan atau organisasi yang mengeluarkannya tidak terikat oleh vendor manapun. Oleh karena itu, sertifikasi ini lebih global dan luas lagi cakupannya. Begitu pun dengan program dan materi ujiannya menjadi sangat luas. Sertifikasi ini memiliki rating yang lebih tinggi dibandingkan jenis sebelumnya. Di Indonesia, LP3T Nurul Fikri telah dipercaya oleh BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) melalui Lembaga Sertifikasi Profesi Telematika sebagai Tempat Uji Kompetensi telematika Nasional. Lembaga ini menerima ujian sertifikasi bidang TI yaitu :

  • Operator Komputer
  • Programmer
  • Jaringan Komputer dan Sistem
  • Computer Technical Support, sampai
  • Mulitmedia

Selanjutnya, ada institusi yang menyelenggarakan sertifikasi dengan orientasi pada pekerjaan, yaitu :

ICCP (Institute for Certification of Computing Professionals)

Badan sertifikasi ini berada di Amerika. ICCP melakukan pengujian terhadap 19 minat, diantaranya adalah office information system, software engineer, system development, dan bussiness information system. Berikut ini beberapa sertifikasinya :

  • CDP (Certified Data Processor) yaitu sertifikasi untuk profesional yang memiliki orientasi pekerjaan bidang pemrosesan data.
  • CCP (Certified Computer Programmer) yaitu sertifikasi untuk programmer.
  • CSP (Certified Systems Professional) yaitu sertifikasi untuk profesional bidang analis desain dan pengembangan komputer.

CompTIA

Adalah sebuah asosiasi industri teknologi komputer yang beranggotakan antara lain : Microsoft, Intel, IBM, Novell, Linux, HP, dan CISCO. Berikut ini beberapa sertifikasinya :

  • A+ (Entry Level Computer Service) yaitu sertifikasi untuk profesional di bidang teknisi komputer.
  • Network+ (Network Support and Administration) yaitu sertifikasi untuk profesional bidang jaringan komputer.
  • Security+ (Computer and Information Security) yaitu sertifikasi untuk profesional di bidang keamanan komputer.
  • HTI+ (Home Technology Installation) yaitu sertifikasi untuk profesional di bidang instalasi sampai pemeliharaan dan teknisi home technology.
  • IT Project+ (IT Project Managemant) yaitu sertifikasi untuk profesional dalam manajemen proyek di bidang teknologi informasi.

Sumber yang digunakan :

http://forevereny.wordpress.com/2012/11/06/sertifikasi-di-bidang-it/

http://www.nurulfikri.com/Ujk-Profesi/sertifikasi-it-melalui-lsp-telematika-bnsp.html

http://etikaaprofesi.blogspot.com/

3. Carilah cybernethic selain yang sudah didiskusikan di kelas !

Beberapa cyber ethics yang saya temukan adalah :

  1. Hati-hati penggunaan forward. Apa yang kita teruskan belum tentu adalah hal yang benar, jadi teliti terlebih dahulu dalam penggunaan forward.
  2. Jangan memberikan kritik dan saran yang bersifat pribadi lewat publik, berikan kritik dan saran lewat personal message.
  3. Jujur dalam pencantuman sumber dan/atau penulis.
  4. Jangan melakukan penghinaan kepada pribadi atau kelompok lain walaupun lawan main tidak mengerti bahasa kita (karena berasal dari daerah berbeda).
  5. Berbicara (chatting) menggunakan bahasa internasional jika dengan orang berbeda Negara.
  6. Jangan menggunakan internet untuk menyakiti pihak lain.
  7. Tidak menggunakan internet sebagai alat mencuri, berjudi, mencemarkan nama baik, mengadu domba, fitnah, dsb.

Sumber yang digunakan :

http://ardadegraphc.host22.com/?p=25

http://vdb-inception.blogspot.com/2013/04/cyber-ethics.html

Terima kasih untuk ilmunya… 😀

Berikut file pdf saya lampirkan… THT Etika Profesi

THT Etika Profesi bagian 1

Beberapa waktu lalu saya dapat take home test dan ada 3 soal di dalamnya. Sekarang saya mau berbagi ketiganya… Mudah2an berguna ya… Yang pertama ini tentang cyber crime.

  1. Buatlah deskripsi analisis terhadap fenomena kejadian atau kemungkinan kejadian cyber crime (detail bukan umum), kemudian carilah pasal dan ayat yang terkait dengan hal tersebut pada UU ITE !

Beberapa orang mulai mengembangkan aplikasi bahkan membuat inovasi-inovasi dan berlomba dalam aplikasi terbarunya. Salah satunya aplikasi media sosial. Mulai dari Friendster, Facebook, Twitter, Google+, dan yang kini banyak di aplikasi mobile seperti KakaoTalk, Path, WhatsApp, dan sebagainya. Semakin bergesernya etika terutama dalam penggunaan internet (cyber ethics), semua aplikasi ini bukan mustahil untuk dijadikan lahan perbuatan negatif. Kita ambil contoh kasus yaitu pencemaran nama baik, baik pribadi, golongan, ataupun kelompok.

Bukan hanya media sosial, surat elektronik dan blog pun bisa menjadi bahan pencemaran nama baik. Beberapa dari mereka yang melakukan pencemaran tersebut merasa tidak takut dan tidak melakukan hal yang salah, hanya sebuah curahan hati mereka, atau memang yang dengan sengaja menghina. Beberapa dari mereka mungkin belum mengetahui resiko hukumnya, atau hanya iseng cari sensasi.

Banyak cara untuk mencemarkan nama baik orang lain, bahkan beberapa cara diantaranya menjadi pelanggaran yang berlapis. Kita mulai dari kasus Prita Mulyasari, yang kasusnya sempat menjadi sorotan media. Ibu Rumah Tangga tersebut diadukan secara pidana oleh RS. Omni Internasional karena pencemaran nama baik. Maksud hati mantan pasien rumah sakit tersebut mengeluhkan pelayanan rumah sakit tersebut melalui surat elektronik yang menyebar ke berbagai milis di dunia maya. Kasus Ibu Prita ini melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) pasal 27 ayat 3 yang berbunyi :

“Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.”

Selanjutnya selain kasus Prita yang mencemarkan nama baik lewat surat elektronik, tidak menutup kemungkinan pencemaran nama baik bisa dilakukan lewat sebuah blog pribadi atau kelompok. Pencemaran itu pun kerap dilakukan dalam media sosial lewat Twitter seperti artis cantik kita Luna Maya yang membuat statement menjatuhkan sebuah kelompok dalam akun Twitternya. Tentu perbuatan dara cantik itu pun melanggar pasal dan ayat di atas.

Beberapa pencemaran nama baik disorot oleh media, belum lagi pencemaran yang tidak mendapat perhatian. Seperti status di media sosial yang kesal dengan providernya, sehingga menghina providernya, status menghina publik figur, hingga menghina ras atau golongan tertentu.

Selain kasus di atas, pencemaran nama baik pun kerap dilakukan dengan cara menyebarkan foto di sosial media untuk mencemarkan nama baik seseorang atau kelompok. Misalkan saja yang dialami oleh penyanyi cantik Dewi Sandra. Tahun 2008 lalu foto-foto tanpa busana miliknya tersebar di dunia maya. Pencemaran ini pun menurut saya melanggar pasal dan ayat yang sama dengan sebelumnya, namun tentu berlapis juga karena melanggar UU ITE pasal 27 ayat 1 yang berbunyi :

“Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan.”

Terakhir, pengamatan saya tertuju pada pembajakan situs Presiden SBY. Yang melakukan pembajakan hingga pemalsuan informasi, bisa saja melakukan hal tersebut untuk mencemarkan nama baik pemilik situs. Tentu perbuatan ini dapat saja melanggar banyak UU ITE, yaitu :

  1. Pasal 27 ayat 3
  2. Psal 28 ayat 1-2
  3. Pasal 30 ayat 1-3
  4. Pasal 31 ayat 1
  5. Pasal 32 ayat 1 dan 3
  6. Pasal 33

Sungguh banyak kasus cyber crime di Indonesia, baik yang diketahui maupun tidak. Bahkan, menurut inilah.com, Indonesia menduduki posisi kedua untuk cyber crime. Posisi itu setelah diadakannya survei keamanan internet oleh Firma Akamai asal AS.

Sumber yang digunakan :

Undang – Undang Informasi dan Transaksi Elektronik.

http://etikanama.blogspot.com/2013/05/contoh-kasus-cyber-crime-di-indonesia.html

http://teknologi.inilah.com/read/detail/2013509/indonesia-posisi-kedua-untuk-cyber-crime

http://adytiablog.blogspot.com/2012/05/contoh-kasus-cyber-crime.html

http://andri7info.blogspot.com/2013/04/jenis-jenis-ancaman-threat-dan-contoh.html

Terima kasih ilmunya 😀

PayItForward

Seperti resume film sebelumnya yaitu RedCliff, kali ini pun merupakan tugas yang diberikan di perkuliahan kewirausahaan untuk saya dan teman-teman kelompok saya.

Tidak kalah menarik, film ini merupakan film yang juga sarat akan makna. Memberikan sebuah tamparan khususnya untuk saya, bahwa hingga umur saya ini, saya belum bisa memberikan apa2 yang berharga untuk orang lain. Menonton film ini, membuat kita orang dewasa seharusnya malu dengan anak kecil yang mau berusaha memberikan sesuatu berharga untuk orang lain.

Apa kalian udah nonton film ini?? PayItForward! Pertama dengar judulnya, saya pikir film apa, benar-benar mengecoh 😀 Ada beberapa hal yang saya temukan berhubungan dengan kewirausahaan, yaitu :

  • Motivasi serta tujuan yang baik dan jelas sangat berpengaruh terhadap keberhasilan usaha
  • Menanamkan kepercayaan merupakan salah satu langkah utama dalam berbisnis
  • Modal yang kecil namun memiliki visi dan misi yang besar, bisa mengantarkan pada kesuksesan
  • Usaha besar akan dikenang dan dikenal oleh banyak orang

Berikut ini handout beberapa slide tugasnya Resume Film PayItForward

RedCliff

Sewaktu kuliah kewirausahaan, saya dan teman-teman kelompok saya diberi tugas membuat resume film. Resume film pertama yaitu Red Cliff 1 dan 2. Film perang ini bukan hanya rame, tapi sarat dengan hikmah yang bisa kita aplikasikan di kehidupan kita serta usaha kita. Kalian udah nonton belum?? Ga nyesel deh pokonya nonton film ini terutama saya suka yang jilid 2 😀

Film ini cukup kocak loh, unik juga menurut saya. Pemain-pemainnya pun yang sering muncul di layar kaca, dan ganteng tentunya 😀 Film ini cukup laris karena merupakan film yang bagus.

Berikut ini hal- hal yang saya temukan dari film ini (terutama redcliff 2) :

  • Dalam perang, pasukan/orang yg banyak melebihi musuh belum tentu sudah pasti menang.
  • Dalam perang, pihak yang lebih teliti dan benar2 merancang strategi perang dengan melihat segala aspek yang mungkin berpengaruh akan menang.
  • Dalam perang, harus pandai melihat situasi dan kondisi lawan, serta pandai memanfaatkan situasi.
  • Dalam perang tentu dibutuhkan pengalaman dan wawasan yang sangat luas, bukan hanya strategi yang efektif.
  • Seperti sebuah algoritma disusun bertahap sesuai tugas dan perannya masing2, yang paling efektiflah yang terpakai.
  • Dalam perang membutuhkan komando dari pemimpin yang bijak dan dapat mengambil keputusan dengan cepat namun mempertimbangkan segala aspek yg ada.
  • Dalam perang juga dibutuhkan kepintaran ketika kemungkinan ada mata2 dari musuh.
  • Tentu pengorbanan, kerja keras dan pantang menyerah syarat sukses berhasil dalam peperangan.

Dalam kewirausahaan, saya menemukan beberapa hal yang dapat diadaptasi dari film ini, yaitu :

  • Dalam berwirausaha, kita harus memiliki pengalaman dan wawasan yang sangat luas, agar dapat menentukan langkah/strategi pemasaran yang tepat.
  • Kita harus pandai memanfaatkan keadaan dan situasi pasar, membaca alur perdagangan.
  • Kerja keras dan pantang menyerah juga salah satu syarat berwirausaha.
  • Dalam berwirausaha, usaha yang banyak atau cabang banyak tidaklah pasti kunci kesuksesan.
  • Jika strategi buruk maka akan kalah dengan wirausaha lain dan dikuasai pasar.

Berikut ini handout beberapa slide dari tugas resume film ini Resume Film Red Cliff